Our Team

Our Team

Alumni Program Studi Budidaya Perairan (BDP), Universitas Hasanuddin pada tahun 2010. Sepanjang tahun 2009 terlibat dalam penyusunan buku Millennium Development Goals (MDGs) Kabupaten Bone, Kabupaten Polewali Mandar, dan Kabupaten Mamuju yang bekerjasama dengan United Nation Children Fund (UNICEF) Makassar. Setelah kuliah, memulai karir sebagai Quality Control di salah satu perusahaan penampungan kepiting di Jakarta. Tahun 2012 mulai aktif bekerja di dunia Non-Government Organization (NGO), sebagai penulis di Sulawesi Community Foundation (SCF). Begabung di WWF-ID sejak Mei 2013, sebagai Aquaculture Staff untuk mendukung perbaikan budidaya perairan untuk wilayah Sunda Banda Seascape, khususnya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Alumni Jurusan Ilmu Sejarah (sekarang berada dalam Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Hasanuddin. Mulai menggeluti dunia akuakultur sejak menggandrungi usaha produksi ikan lele skala rumah tangga di kediaman pribadinya hingga saat ini. Telah lama pula bergelut dalam berbagai aktivitas berorientasi konservasi dan rehabilitasi lingkungan.

Aktif sebagai fasilitator WWF-Indonesia untuk masyarakat pembudidaya udang sejak 2015, dengan pendampingan masyarakat pembudidaya udang di Desa Tasiwalie, Kec. Suppa, Kab. Pinrang hingga sekarang. Sebelumnya lama bergabung di Yayasan Mattirotasi sebagai staff lapangan untuk pendampingan masyarakat nelayan penangkap ikan karang di Galesong. Tamat kuliah Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), Perikanan Unhas pada 2013. Komitmen kuat untuk mendukung perbaikan budidaya, kelembagaan dan lingkungan kawasan tambak di Sulawesi Selatan.

Lebih akrab disapa Fuad, merupakan alumni Program Studi Budidaya Perairan (BDP) Universitas Hasanuddin tahun 2015 dan Aquatic Ecology and Water Quality Management di Wageningen University tahun 2018. Pernah aktif sebagai penerjemah maupun sukarelawan lepas sejak tahun 2013 pada beberapa kegiatan berbasis perikanan kampus maupun NGO (Masyarakat dan Perikanan Indonesia, WWF Indonesia). Berkomitmen untuk berperan aktif dalam peningkatan kapasitas budidaya Sulawesi Selatan melalui pendekatan ekosistem.

Alumni Program Studi Budidaya Perairan (BDP) Universitas Hasanuddin tahun 2017. Setelah berhasil menyelesaikan jenjang sarjana mulai fokus mendalami bidang kualitas air dan penyakit hewan akuatik di Laboratorium Kualitas Air dan Laboratorium Parasit dan penyakit ikan. Bergabung di WWF-ID program aquaculture sektor Sulawesi Selatan sejak Mei 2017 di bagian pengembangan budidaya Rumput laut Gracillaria sp. dengan turut serta mengawal masyarakat petambak dalam menerapkan cara budidaya yang berkelanjutan serta isu-isu lingkungan dan sosial di masyarakat perikanan.

Mahasiswa perikanan program studi budidaya perairan UNHAS. Berperan aktif dalam setiap kegiatan pendampingan dan survey lingkungan WWF-ID selama 3 tahun terakhir sampai sekarang. Selain itu, saat ini juga sedang aktif mengelola perusahaan swasta yang bergerak di bidang perikanan. Berkomitmen untuk mengembangkan diri menjadi insan aquaculturist yang mengelola perikanan secara lebih bertanggungjawab.

Mahasiswa Departemen Ilmu Tanah Unhas angkatan 2013. Aktif menulis sejak menjadi kru identitas, 2014-sekarang. Saat ini sedang mengembangkan ketertarikan untuk belajar tentang isu lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Baginya, semua bidang ilmu harus bisa saling terhubung satu sama lain. Demi tanah yang lebih baik, demi lingkungan yang lestari.

Mahasiswa program studi Manajemen Sumberdaya Perairan UNHAS. Mulai tertarik menggeluti dunia perikanan berkelanjutan sejak bergabung di beberapa organisasi mahasiswa dalam lingkup perikanan. Berbagai rangkaian kegiatan pengabdian, khususnya di masyarakat pesisir, membuka wawasan mengenai perikanan yang begitu kompleks, tidak sesederhana yang dikonsepkan di perkuliahan. Semakin meyakini bahwa hukum alam itu nyata: apa yang telah diberikan menentukan yang diterima! Mari abdikan diri demi bumi yang lestari.