“Pengelolaan Kawasan Tambak dengan Rehabilitasi Mangrove”

Jika mendengar kata mangrove atau yang lebih dikenal dengan sebutan bakau, yang pertama kali terlintas adalah kawasan tambak, namun sebenarnya mangrove bukan hanya milik petambak saja, bisa dikatakan mangrove adalah milik kita semua. Kenapa bisa.. ?

Mari kita lihat manfaatnya, untuk petambak dijadikan secara fisik sebagai penahan dari ombak, dari segi biologi, mangrove mengandung beberapa jenis bakteri yang dapat dimanfaatkan dan penyaring air yang masuk maupun keluar dari tambak, petani rumput laut juga tergantung pada mangrove, dimana dapat mentralisir dan mengurangi tingkat sedimentasi air yang keluar ke laut, tidak hanya itu untuk sebagian masyarakat mangrove dijadikan sebagai tempat mencari nafkah, tapi tidak dengan menebang pohon dan menjualnya, namun mereka mencari cacing laut di sekitaran mangrove untuk dijual ke usaha pembenihan udang sebagai pakan induk udang, pada beberapa daerah buah mangrove telah di olah menjadi makanan dan minuman serta kawasan wisata.

Begitu pentingnya menjaga mangrove agar tetap terjaga dan lestari. WWF – ID kembali melaksanakan pertemuan dengan masyarakat dan petani tambak pada khususnya.

Sekolah tambak kembali dilaksanakan di Desa Tasiwalie, Kec. Suppa, tanggal 9 September bertempat di Aula Kantor Desa Tasiwalie, Ke. Suppa, Kab. Pinrang, pada pertemuan yang ke – 8 ini, Kali ini kami tidak hanya mengundang peserta dari Petani Tambak, tapi petani rumput laut.

Sekolah Tambak yang ke – 8 di isi dengan Tema “Pengelolaan Kawasan Tambak dengan Rehabilitasi mangrove”, yang dibawakan oleh Wahyuddin Hasan.

“Indonesia lebih awal dalam mengawal isu mangrove, namun aplikasi dilapangan telah dimulai oleh Thailand dan India”, ungkap Wahyu. Salah satu bukti nyata manfaat mangrove adalah bencana ala, Tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam, tidak hanya melanda Indonesia namun beberapa Negara tetangga juga terkena dampaknya, dan namun terdapat beberapa daerah atau kawasan yang masi utuh yakni daerah yang masih memiliki kawasan mangrove.

Di hadapan peserta sekolah tambak, Pengurus ACC (Aquaculture Celebes Community), memperkenalkan “Sistem budidaya dengan memperhatikan llingkungan khususnya mangrove, terdapat kawasan tambak yang ada di Makassar, tepatnya Kel. Lakkang, Kec. Tallo, telah melakukan sistem menanam mangrove pada luar  dan dalam tambak, mangrove ditanam pada bagian tepi dalam pematang pada batas tertinggi air tambak, Dengan luas lahan hanya 10 Are perpetaknya mampu memproduksi udang windu mencapai 497 Kg persiklusnya. Untuk mencapai hasil seperti sekarang ini butuh waktu yang cukup lama untuk dapat menikmati hasil, kegiatan di Kel. Lakkang Kec. Tallo telah dilakukan sejak 10-15 tahun lalu. Di awal kegiatan, banyak hal dan kendala yang dihadapi, seperti produksi belum menunjukkan hasil yang siginfikan namun dengan kerja keras, melakukan pengamatan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi setelah menanam mangrove pada tambak, khusunya keadaan kondisi budidaya, seiring perjalanan waktu, Petambak mulai menuai hasil. Menurut  penuturan ayah dua anak ini “butuh kerja keras, sebab kita harus mengontrol pertumbuhan mangrove yang ada dalam tambak, jika pohon sudah terlalu rapat dilakukan pemotongan, dari sisa hasil pemotongan bagian mangrove jatuh kedalam tambak, dimana dimanfaatkan oleh cacing laut dan cacing dimakan oleh udang.

Selain mendapatkan penghasilan dari budidaya udang, karena kondisi mangrove sudah bagus sehingga banyak pengunjung domestik yang berkunjung ke Kel. Lakkang, untuk menikmati keindahan hutan mangrove, penghasilan tambahan masyarakat/petambak diperoleh dengan menjual udang siap saji ke pada pengunjung.

Diskusi dengan Masyarakat dan petambak untuk mendorong melakukan penanaman mangrove, mendapat resppon yang baik, sdan siap berpatisipasi. Namun perlu dilakukan survey, untuk melihat sejarah mangrove dan menentukan lokasi penanaman yang cocok untuk ditanami mangrove dan bebas dari gangguan hewan ternak.

Zulkarnain (pengurus ACC Pinrang)

 

No Response

Leave a reply "“Pengelolaan Kawasan Tambak dengan Rehabilitasi Mangrove”"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.