Masalah Budidaya Gracillaria Teridentifikasi Saat Survey Tambak Bone

WWF-ID bersama ACC melakukan kunjungan ke salah satu kelompok tani tambak binaan WWF-ID (Pa’biritasi) di kecamatan Cendrana, kabupaten Bone (Sabtu, 11 Nopember 2017). Kunjungan ini merupakan kunjungan rutin setiap bulan untuk memantau kondisi aktivitas budidaya Gracillaria para anggota kelompok. Survey dilakukan dengan mengunjungi beberapa petambak yang telah atau sementara melakukan penebaran bibit. Beberapa data kualitas air hingga identifikasi masalah dengan wawancara langsung ke petambak dilakukan untuk memantau benih rumput laut yang sementara ditebar hingga perkembangan kondisi aktivitas budidaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari hasil kunjungan, salinitas air tambak telah mencapai di atas 10 ppt setelah kunjungan sebelumnya hanya dapat mencapai 5 ppt. Selain itu, beberapa petambak juga Nampak antusias saat diberi penjelasan akan pentingnya manajemen persiapan lahan yang tepat hingga wacana kelas petambak. Selain itu, kunjungan tersebut juga untuk memastikan kerjasama dengan Celebes Seaweed Group (CSG) untuk pengadaan tambak demplon, sehingga diharapkan dapat menjadi lokasi untuk mengimplementasikan manajemen budidaya Gracillaria yang tepat berdasarkan skema yang telah dibentuk oleh WWF-ID (Best Management Practice atau BMP untuk Gracillaria).

 

 

 

 

 

 

 

Untuk memastikan kemungkinan di luar kawasan, dilakukan pula kunjungan ke danau Tempe, kabupaten Wajo. Setiba di lokasi, Nampak kondisi danau yang semakin dangkal, terlihat dari semakin banyaknya eceng gondok menutupi beberapa area pinggir danau hingga ke tengah. Hal tersebut juga disinyalir menyebabkan rembesan air tawar danau yang langsung menuju laut melebihi debit normal sehingga mengakibatkan air di muara sungai menjadi lebih tawar.

 

Achmad Fuad Fathurrahman

No Response

Leave a reply "Masalah Budidaya Gracillaria Teridentifikasi Saat Survey Tambak Bone"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.