Profil

Aquaculture Celebes Community

Jumlah penduduk dunia sudah mencapai 7 milyar lebih, yang berarti ada 7 milyar mulut manusia yang harus diberi makan. Dalam pemenuhan itu, sumber gizi utama  berasal dari sektor perikanan, selain pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kebutuhan pangan yang berasal dari produksi perikanan, hampir setengahnya berasal dari aktivitas akuakultur. Tahun 2012, menurut FAO, produksi akuakultur telah mencapai 47 persen produksi perikanan dunia.

Tak luput Sulawesi Selatan, yang merupakan dapur perikanan dunia. Sulsel dari tahun ke tahun menyumbangkan produk udang, ikan, rumput laut untuk dikonsumsi oleh berbagai bangsa. Namun, praktek perikanan budidaya masih mengedepankan aspek ekonomi jangka pendek dan bersifat eksploitatif serta belum memperhatikan keberlanjutan melalui penyeimbangan dengan kondisi lingkungan. Seperti praktek budidaya dilakukan dengan konversi mangrove, serta semakin berkurangnya ekosistem mangrove di sekitar kawasan budidaya, pencemaran yang semakin merajalela, serta penyakit yang merambah dan menurunkan produktivitas budidaya perairan.

Untuk itu, sangat dibutuhkan organisasi warga progresif, yang terlibat aktif dalam perbaikan dunia akuakultur. Yang dapat memetakan persoalan akuakultur serta memberikan solusi kreatif agar praktek perikanan dapat berkelanjutan dan bertanggungjawab.

Aquaculture Celebes Community atau disingkat ACC berinisiatif menjawab tantangan akuakultur tersebut. Berdasar pada pengalaman selama tiga tahun terlibat dalam denyut kehidupan akuakultur bersama program akuakultur WWF-Indonesia. ACC merupakan anak kandung dari perjuangan memperkenalkan dan menyiapkan model budidaya perairan yang berkelanjutan. ACC adalah organ yang menyiapkan transisi akuakultur dari praktek ekploitatif menuju praktek yang lebih seimbang dengan kondisi lingkungan.

Visi ACC

Dalam tujuannya, ACC memiliki visi lingkungan, visi sosial, dan visi ekonomi.

Visi Budidaya

ACC mengambil inisiatif untuk menghasilkan model budidaya yang efektif, yang berorientasi praktek budidaya tradisional dan tradisional plus yang bertanggungjawab, yang merupakan praktek dominan pembudidaya di Sulawesi Selatan. Menawarkan solusi praktis dari setiap permasalahan dalam budidaya perairan di Sulawesi Selatan. ACC juga bertujuan untuk mengangkat derajat para petambak tradisional dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang bertujuan kepada kemandirian, serta mendorong pengorganisasian dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Visi lingkungan

ACC berperan untuk mendorong perbaikan lingkungan pesisir. Tahun 1980-an, sekitar 50% mangrove telah dikonversi menjadi tambak. ACC mengambil tugas untuk mengembalikan ekosistem mangrove, seperti saluran air tambak, bantaran pesisir dan sungai, serta pematang tambak. Aktivitas perbaikan lingkungan ini sangat menunjang perbaikan budidaya, dalam hal ini habitat praktek budidaya. Lingkungan baik menjadi syarat utama budidaya dengan hasil baik.

Visi sosial

ACC berperan dalam menguatkan interaksi, tatanan-integrasi, peran sosial dan perubahan sosial melalui perbaikan manajemen kelembagaan kelompok pembudidaya. ACC mengintroduksi model kelembagaan yang bersifat partisipatif, sebagai sarana untuk terjadinya sharing pengetahuan, dan wadah untuk memecahkan persoalan budidaya dan sosial pelaku perikanan budidaya, melalui program kerja kelompok yang bersifat sistematik.

ACC juga berupaya untuk mempelajari kondisi sosial masyarakat para pembudidaya agar dapat menempatkan diri dan mendorong kepada perubahan sosial yang lebih maju, modern, organis, dan sistemik.

Visi ekonomi

ACC bergerak untuk memperkenalkan praktek ekonomi yang lebih bertanggungjawab. Dengan mendorong jual beli produk perikanan yang memperhatikan keberlanjutan kelembagaan petambak dan lingkungan. ACC mendorong adanya donasi sosial dan lingkungan pada setiap pembelian produk perikanan.

Misi ACC

  1. Aquaculture :
  • Meningkatkan kapasitas produksi perikanan budidaya perairan Sulawesi Selatan.
  • Meningkatkan kualitas produk perikanan budidaya perairan Sulawesi Selatan.
  • Sosialisasi dan memperaktekkan perikanan budidaya yang lebih ramah lingkungan dan ramah sosial.
  1. Environmental :
  • Meningkatnya daya dukung lingkungan kawasan perairan budidaya di Sulawesi Selatan.
  • Melaksanakan pendidikan lingkungan pesisir dan kawasan budidaya perairan di Sulawesi Selatan.
  • Rehabilitasi kawasan mangrove di lokasi-lokasi kritis serta di lokasi dampingan ACC di Sulawesi Selatan.
  • Penelitian dan monitoring kondisi lingkungan pesisir dan kawasan budidaya perairan di Sulawesi Selatan.
  • Pencerdasan wawasan lingkungan pesisir dan kawasan budidaya periaran kepada publik umum.
  1. Sosial :
  • Mendorong transformasi kelembagaan dari yang bersifat tradisional menuju kelembagaan modern.
  • Mempengaruhi interaksi sosial petambak yang lebih dinamis, dengan didukung oleh keterbukaan informasi serta kohesi sosial.
  • Menggali factor-faktor yang memicu kemandekan sosial dan mendorong perubahan sosial menuju kebebasan manusia.
  • Menjalin kerjasama atau kemitraan strategis untuk pencapaian pendampingan lembaga dan peningkatan kapasitas pembudidaya.
  • Penyadaran masyarakat secara umum mengenai pentingnya kelembagaan dan pengorganisasian petambak.
  1. Ekonomi
  • Memperkenalkan dan mempraktekkan blue economy di sektor budidaya perairan.
  • Mempraktekkan ekonomi yang mendukung kelestarian lingkungan dan kohesi dan transformasi sosial.
  • Pengembangan mata pencaharian alternatif kelompok dampingan.
  • Sistem pendanaan skala mikro.